kk
Singaraja, 8 Mei 2026, Kombel Teknika Stemsi SMK Negeri 3 Singaraja menyelenggarakan Kombel “Berbagi Praktik Baik" dalam pembelajaran. Kegiatan dibuka oleh Waka Kurikulum, I Kadek Sukiyasa, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan yang dilakukan di Gedung Widya Sabha SMK Negeri 3 Singaraja, diikuti oleh guru PPPK. Dalam kegiatan tersebut, narasumber mengulas pengalaman pengelolaan kelas yang sudah dilakukan dan menguatkan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan pembelajaran mendalam (deep learning).
Model pembelajaran yang diulas secara mendalam oleh I Made Nuryata, S.Pd., M.Pd. adalah model pembelajaran problem based learning dengan algoritma. Dengan pembelajaran ini, siswa inklusi dapat mengikuti pembelajaran yang sulit dipahami karena model ini menekankan langkah-langkah sistematis, logis, dan berurutan dalam menyelesaikan masalah atau mencapai tujuan pembelajaran. Dalam model ini, peserta didik diajak mengikuti prosedur tertentu seperti layaknya sebuah algoritma dalam komputer.
Penguatan terhadap pengelolaan kelas yang efektif disampaikan oleh narasumber I Kadek Sukiyasa, S.Pd., M.Pd. Beliau menyampaikan pentingnya kedisiplinan dalam perencanaan pembelajaran, kesepakatan kelas, pembinaan hubungan baik, pemanfaatan teknologi, pemvariasian pembelajaran, pengelolaan waktu, pendekatan emosional, dan pengelolaan konflik.
Pengalaman mengajar disampaikan oleh Ni Luh Mangku Tastrining, S.Pd. dengan mempraktikkan langsung semangatnya dalam mengajar yakni dengan mengajak peserta kombel untuk memetikkan yel-yel, tepuk tangan, dan ice breaking. Hal ini merupakan salah satu pengelolaan kelas yang perlu dilakukan dalam pembelajaran mendalam. Penekanan yang beliau berikan adalah pemahaman terhadap siswa untuk memilih strategi pembelajaran yang tepat dan pengembangan karakter siswa (profil lulusan).
Dengan latar belakang dan kemampuan siswa yang sangat variatif, guru mendapat tantangan untuk mengajar dengan berbagai model dan strategi pembelajaran. Dalam diskusi praktik baik tersebut, para narasumber telah melihat bahwa guru-guru sudah melaksanakan pembelajaran mendalam dengan model Project Based Learning, Problem Based Learning, Experiential Learning, dan Teaching Factory. Dengan model-model ini, guru mampu menuntun siswa untuk mengembangkan kompetensi sesuai profil lulusan.
Komentar
Posting Komentar