13 Mei 2026

Uraian Kegiatan
1. Pengarahan Kepala SMK Negeri 3 Singaraja
Kepala SMK Negeri 3 Singaraja, Nyoman Nilon, S.Pd., M.Pd. menyampaikan terima kasih atas kehadiran narasumber untuk mengisi workshop "Analisis Rapor Pendidikan SMK Negeri 3 Singaraja".

2. Pemaparan Materi dari Narasumber, I Gede Mastika, SP., MPA
- Beliau menyapa peserta workshop dengan salam
- Beliau memperkenalkan diri
- Beliau menyampaikan sebuah moto: Tetep Mekenyem 
- Seluruh peserta membuka dan membaca Rapor Pendidikan SMK Negeri 3 Singaraja. Semua guru dan pegawai harus membaca semua rapor ini sebagai sesuatu hal yang sangat penting untuk mengkreasi dan merencanakan pembiasaan dan pembelajaran di SMK Negeri 3 Singaraja. 
Rapor Pendidikan yang diperoleh dari Dapodik, hasil tes/asesmen.
- Struktur Rapor Pendidikan harus dipahami dengan baik, seperti A1, A2, C1, C2, D1, D2, E1, E2
- Rapor Pendidikan Indonesia terdiri dari 5 dimensi utama (A-E) yang berfungsi sebagai evaluasi sistem pendidikan, terbagi atas komponen output, proses, dan input. Kelima dimensi tersebut meliputi mutu hasil belajar, pemerataan pendidikan, kompetensi guru, kualitas pembelajaran, dan pengelolaan sekolah yang partisipatif.
1. Dimensi A: Mutu dan Relevansi Hasil Belajar Peserta Didik (Output)
Fokus pada capaian kompetensi literasi, numerasi, karakter, serta relevansi hasil belajar dengan kebutuhan dunia kerja atau jenjang selanjutnya.
2. Dimensi B: Pemerataan Pendidikan yang Bermutu (Output/Input)
Fokus pada kesenjangan kualitas pendidikan antara kelompok siswa (misalnya berdasarkan status sosial ekonomi) dan pemerataan akses pendidikan.
3. Dimensi C: Kompetensi dan Kinerja Guru dan Tenaga Kependidikan (Input)
Fokus pada kualitas pendidik, pengalaman pelatihan, refleksi pengajaran, dan kinerja guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
4. Dimensi D: Mutu dan Relevansi Pembelajaran (Proses)
Fokus pada kualitas manajemen kelas, dukungan psikososial siswa, metode pembelajaran, dan iklim sekolah yang aman serta inklusif (berdasarkan hasil survei karakter/lingkungan belajar).
5. Dimensi E: Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel (Input/Proses)
Fokus pada tata kelola sekolah, partisipasi warga sekolah, transparansi anggaran, dan efektivitas perencanaan berbasis data. 
- di SMK ada 4 dimensi utama dalam Rapor Pendidikan untuk SMK (Dasmen) mencakup Dimensi A (Mutu Hasil Belajar), Dimensi B (Pemerataan Pendidikan), Dimensi C (Kompetensi GTK), dan Dimensi D (Mutu Pembelajaran). Rapor ini didukung oleh Dimensi E (Pengelolaan Sekolah) sebagai rujukan refleksi PBD. 
- Mengubah pola pikir (mindset) melalui Rapor Pendidikan berarti memandang data bukan sebagai vonis atau ajang pemeringkatan, melainkan sebagai cermin refleksi untuk perbaikan berkelanjutan.
- Dalam Rapor Pendidikan, peserta didik menempati posisi sentral sebagai subjek sekaligus objek utama, yang performanya diukur melalui indikator hasil belajar kognitif (literasi, numerasi) dan nonkognitif (karakter). Posisi mereka digambarkan melalui capaian kompetensi yang menjadi dasar refleksi untuk peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu satuan pendidikan secara keseluruhan. Anak-anak bukan lagi sebagai input. 
- Rapor Pendidikan digunakan untuk memetakan seberapa baik peserta didik memahami dan menggunakan informasi, yang pada akhirnya membantu sekolah merencanakan perbaikan.
- Ketika capaian rapor pendidikan kurang baik, jangan menyalahkan siswa, melainkan perlu mengkaji sarana prasarana. 
- Peserta diminta membaca level yang diraih SMK Negeri 3 Singaraja. 
- Semua kegiatan di sekolah tercatat dalam pengeluaran bos. Ini ikut memengaruhi rapor
- Sumber data Rapor Pendidikan (PAUDDasmen) berasal dari kombinasi Asesmen Nasional (60%) dan berbagai sumber data lainnya (40%) seperti Dapodik, Survei Karakter, Survei Lingkungan Belajar, Tracer Study, dan BPS. Data ini disusun berdasarkan lima dimensi utama yang mencakup komponen input, proses, dan output.
- Berikut adalah sumber data Rapor Pendidikan berdasarkan dimensinya:
1. Dimensi A: Mutu dan Relevansi Hasil Belajar Peserta Didik (Output)
Sumber Data: Asesmen Nasional (AKM Literasi, AKM Numerasi, Survei Karakter), Tracer Study SMK, dan data BPS.
2. Dimensi B: Pemerataan Pendidikan yang Bermutu (Output)
Sumber Data: Asesmen Nasional (AKM dan Survei Karakter) yang dianalisis berdasarkan keadilan inklusi.
3. Dimensi C: Kompetensi dan Kinerja GTK (Input/Proses)
Sumber Data: Dapodik, Data GTK, Survei Lingkungan Belajar, dan Platform Digital Guru/Kepala Sekolah.
4. Dimensi D: Mutu dan Relevansi Pembelajaran (Proses)
Sumber Data: Survei Lingkungan Belajar (proses pembelajaran di kelas) dan Dapodik.
5. Dimensi E: Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel (Input/Proses)
Sumber Data: Dapodik, Survei Lingkungan Belajar, dan data pendukung pengelolaan sekolah.
- Ketika ada rapor pendidikan yang turun, artinya ada dimensi yang menurun pelaksnaannya. 
- Jika metode pembelajaran sudah interaktif dan memberi kebebasan kepada siswa untuk aktif di kelas, maka siswa juga harus merasakan metode yang kita terapkan. Karena itu, perlu menyampaikan metode kepada siswa apa yang direncanakan oleh guru. Hal ini sangat penting dilakukan agar terjadi kesinkronan antara siswa, guru, dan pegawai.
- Berikan penguatan pemahaman kepada siswa untuk setiap dimensi agar disadari oleh murid, guru, dan pegawai agar semua persepsi selaras.
- Cara terstruktur yang berfokus pada proses:
1. Sosialisasi secara berkala dari lingkup kecil hingga besar, dari mapel hingga workshop yang melibatkan banyak orang.
Diskusi Sesi 1:
1. Desak Made Ariningsih: Apakah yang kita jawab saat sulingjar harus jujur atau bisa kerjasama bagi-bagi jawaban? Saya pernah menjawab jujur ssbuah survei ternyata saya dipanggil ikut pelatihan.
Narasumber: Sebaiknya jawab dengan jujur agar dapat melihat hasil yang sebenarnya untuk perbaikan.
2. Ni Luh Putu Mahaputri: Rapor pendidikan berkaitan dengan 7Kaih kan rendah. Bagaimana strateginya untuk meningkatkan itu?
Jawaban: Harus dikondisikan dengan kegiatan 1 jam untuk kokurikuler. Semua mapel punya jam yang berkaitan dengan nilai-nilai karakter/Profil Lulusan. Ini bisa digunakan menjadi 1 jam tiap hari misalnya untuk MBG.

Narasumber
 - 8 indikator pada Rapor Pendidikan (khususnya untuk pengelolaan kinerja/perencanaan berbasis data) berfokus pada peningkatan mutu pembelajaran dan lingkungan sekolah, meliputi kualitas pembelajaran, refleksi guru, kepemimpinan sekolah, serta iklim keamanan, inklusivitas, dan kebhinekaan. Indikator ini merupakan turunan dari dimensi A, C, D, dan E.
Berikut adalah rincian indikator prioritas dan pilihan yang sering digunakan:
  1. Kualitas Pembelajaran (D.1): Mengukur efektivitas interaksi antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.
  2. Refleksi dan Perbaikan Pembelajaran oleh Guru (D.2): Tingkat kemampuan guru dalam mengevaluasi dan memperbaiki metode pengajaran.
  3. Kepemimpinan Instruksional (D.3): Fokus kepala sekolah pada perbaikan kualitas pembelajaran.
  4. Partisipasi Warga Sekolah (D.4/E.2): Keterlibatan aktif seluruh warga sekolah dalam pengelolaan satuan pendidikan.
  5. Iklim Keamanan Sekolah (D.4/A.3): Tingkat keamanan lingkungan sekolah dari perundungan dan kekerasan.
  6. Iklim Kebinekaan (D.5/A.4): Sikap menghargai keragaman dan toleransi di sekolah.
  7. Iklim Inklusivitas (D.6): Kemampuan sekolah dalam menerima dan memfasilitasi kebutuhan semua siswa.
  8. Pemanfaatan TIK dalam Pembelajaran (D.7): Penggunaan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
- Langkah Sakti untuk mengolah dan menganalisis Rapor Pendidikan yang disebut IRBB: identifikasi, refleksi, benahi perencanaan, dan benahi pelaksanaan.
- Identifikasi 8 indikator prioritas dari segi capaiannya
- Setiap indikator yang dianalisis, diperbaiki atau ditingkatkan hingga mencapai nilai 100. Perbikannya dilakukan pada perencanaan seperti pada RKAS dan Modul ajar
- Untuk menjawab survei atau soal AKM, memang harus dilakukan pembiasaan membaca teks panjang berkisar 180-200 kata.
- Pahami kompetensi pada setiap dimensi. Contoh: 
Indikator kompetensi literasi dan numerasi dalam Rapor Pendidikan diukur melalui Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yang membagi kemampuan siswa menjadi 4 jenjang: Perlu Intervensi Khusus, Dasar, Cakap, dan Mahir. Numerasi berfokus pada aplikasi konsep matematika untuk memecahkan masalah praktis, sementara literasi mencakup pemahaman dan evaluasi informasi.
- Indikator Utama Kemampuan Numerasi:
Aplikasi Matematika Dasar: Kemampuan menggunakan angka, simbol, dan prosedur matematika (bilangan, geometri, aljabar, data) untuk memecahkan masalah sehari-hari.
Analisis Informasi: Kemampuan interpretasi data yang disajikan dalam bentuk grafik, tabel, atau bagan.
Pemodelan Matematika: Mengubah informasi nyata menjadi model matematika dan menggunakan model tersebut untuk menemukan solusi.

- Indikator Utama Kemampuan Literasi Membaca:
Menemukan Informasi: Mampu mengakses dan mengambil informasi tersurat dalam teks.
Memahami: Mampu menginterpretasikan dan mengintegrasikan informasi tersirat dalam teks.
Mengevaluasi dan Merefleksi: Mampu menilai kredibilitas dan merefleksikan isi teks dengan konteks kehidupan.

Level Kompetensi Rapor Pendidikan:
Perlu Intervensi Khusus: Siswa belum mampu memahami konsep dasar matematika/literasi.
Dasar: Siswa memiliki kemampuan dasar namun belum mahir menerapkan konsep.
Cakap: Siswa mampu mengaplikasikan konsep dengan baik.
Mahir: Siswa mampu menganalisis dan berpikir kritis tingkat tinggi. 

-  Narasumber meminta peserta untuk membentuk kelompok dalam mengerjakan lembar kerja analisis rapor pendidikan
Kelompok1 Literasi
Kelompok2 Numerasi
Kelompok3 Karakter
Kelompok4 Kualitas Pembelajaran
Kelompok5 Iklim Keamanan
Kelompok6 Iklim kebhinekaan
Kelompok7 Penyerapan Lulusan SMk
Kelompok8 Link and Match Dunia Kerja
- Sesuai dengan kelompok, peserta melakukan identifikasi capaian rapor tahun 2024 dan 2025
-  Narasumber berkeliling membimbing peserta dalam diskusi
- Peserta mengisi lembar kerja refleksi rapor pendidikan
- Peserta mengisi lembar kerja kegiatan benahi yang berisi ide-ide kegiatan untuk meningkatkan rapor pendidikan

3. Kepala SMK Negeri 3 Singaraja menurup kegiatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

negosiasi

Aku Bocah Lincah

Resensi Kain Songket Mak Engket