saraswati

Singaraja, 1 Oktober 2024, Persiapan persembahyangan rahinan Tilem yang jatuh pada Rabu (2/10/2024), Buda Paing, wuku Kuningan dilaksanakan dengan gotong royong. Sarana persembahyangan dibuat oleh guru agama Hindu dan berkolaborasi dengan guru bahasa Bali, serta guru-guru lain, yang ikut  "ngayah". Dalam kegiatan ini, para guru yang terlibat memanfaatkan waktu libur untuk terus belajar membuat ketipat, canang sari, pejati, pesegehan, dll. 

Singaraja, 6 Februari 2025, kolaborasi antara guru agama Hindu dan siswa SMK Negeri 3 Singaraja kembali ditunjukkan dengan tulus ikhlas. Dua hari menjelang Saraswati  menjadi momen yang sangat penting bagi siswa dan guru dalam merayakan hari raya besar dalam agama Hindu. Hari Raya Saraswati diperingati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan ke dunia sekaligus penghormatan kepada Dewi Saraswati, dewi pengetahuan. Pada kolaborasi hari ini, siswa, guru agama Hindu,  dan  guru bahasa Bali, serta guru-guru lain, yang ikut "ngayah" belajar membuat ketipat, canang sari, pejati, pesegehan, dll. Dengan kolaborasi ini diharapkan ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh guru bisa dilanjutkan kepada siswa. Siswa pun diharapkan memaknai ngayah ini sebagai ketakwaan terhadap Ida Hyang Widhi dalam manifestasi sebagai dewi pengetahuan. Besok (Jumat, 7 Februari 2025) kolaborasi akan tunjukkan dalam bentuk lomba membuat pejati di sekolah.

Jumat, 7 Februari 2025, SMK Negeri 3 Singaraja menyelenggarakan lomba membuat banten pejati yang diikuti perwakilan siswa fase E dan F. Lomba Banten  pejati ini merupakan bagian dari perayaan Hari Raya Saraswati yang jatuh pada Sabtu, 8 Februari 2025. Kegiatan lomba ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan apresiasi siswa terhadap makna Hari Raya Saraswati, serta melestarikan tradisi pembuatan banten pejati di kalangan generasi muda. Dengan demikian, selain merayakan turunnya ilmu pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya Bali.

Selain melaksanakan lomba membuat pejati, persiapan perayaan hari Saraswati juga diisi dengan kegiatan ngesehin pelinggih, latihan menari Rejang Dewa, dan metabuh untuk mengiringi rangkaian acara persembahyangan Saraswati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

negosiasi

Aku Bocah Lincah

Resensi Kain Songket Mak Engket