notulen


I Kadek Sukiyasa, S.Pd., M.Pd. menyampaikan materi kepada siswa TKR dan TSM SMK Negeri 1 Amlapura berkenaan dengan proses pengerjaan proyek service motor atau mobil. Beliau juga menyampaikan bagaimana service kepada pelanggan bukan hanya service motor atau mobil. Siswa yang tergabung dalam tefa juga diminta belajar menerima konfline dari pelanggan dengan sabar agar semua keluhan pelanggan dapat dikerjakan dengan baik. Proses dari awal menerima pelanggan hingga selesai harus semua tahu walaupun setiap siswa sudah mengerjakan pekerjaan sesuai tugas yang diberikan. Hal ini untuk mengantisipasi siswa yang mendapat tugas, tetapi berhalangan hadir. Sewaktu-waktu, siswa dirolling agar semua mendapat pembelajaran. Kelebihan tefa adalah biaya yang ditawarkan lebih murah dengan di industri karena bagi siswa yang terpenting adalah dapat pengalaman belajar. 

Diskusi Sambil Praktik Pembelajaran
Arya Susanta: Bagaimana pengaturan bengkel?
Pak Soka: Diatur pembelajaran produktif dan normatif dalam seminggu

Gusti Adnyana: Bagaimana proses penerimaan pelanggan?
Siswa: Pelanggan diterima di satu tempat. Pelanggan dari TSM dan TKR diterima di depan. Setelah diterima diarahkan sesuai keperluan menuju ke bengkel masing masing.
Kadek Sukiyasa: Bagaimana strategi promosi?
Krisna: Buku panduan tefa dibagikan kepada semua guru sehingga mereka bisa menyesuaikan dengan mapel umum. Ini sangat penting sebagai sosialisasi juga.
Kadek Sukiyasa: Yang sudah dilakukan sudah sangat bagus. Kendalanya bagaimana?
Krisna: Kadang masih ada guru yang takut mater pelajarannya tidak sampai. Namun, perlahan sudah tidak ada lagi. Kendala yang paling urgen sementara ini adalah tempat praktik karena jumlah siswa sangat membludak tidak sesuai dengan jumlah tempat praktik.
Kadek Sukiyasa: Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Krisna: Sementara ini terpaksa buka tenda.
Kadek Sukiyasa: Pembelajaran yang dilakukan dengan tefa apakah sudah dipahami dan dilatihkan? Berkenaan dengan keluhan pelanggan juga kekurangan siswa saat mengerjakan service. Masalah yang berkenaan dengan waktu penyelesaian, alat atau bahan yang digunakan untuk service. Sebagai contoh ketika ada kebocoran oli, bagaimana penanganannya sementara pelanggan datang hanya untuk memperbaiki rem.
Siswa TKR: Ya. Sudah dilatihkan. Tetapi dalam pelaksnaannya kami tetap dibimbing oleh guru.

Kadek Sukiyasa: Apakah kalian punya obeng, kunci atau alat alat service? Bagaimana agar saat jadi siswa sudah punya alat sendiri? Bagaimana supaya punya usaha sendiri?
Siswa TSM: Belum punya. Belum terpikir.
Kadek Sukiyasa: Sisihkan uang saku atau manfaatkan sabtu minggu untuk ke bengkel orang, membantu-bantu bengkel yang kewalahan mengerjakan pelanggannya. Dari sana kalian punya modal untuk membeli alat sendiri. Sekaligus kalian mampu menjadi teknisi. Nanti setelah tamat, kalian bisa menjadi wirausahawan. Nah, apakah kalian pernah bingkar mesin?
Siswa TSM: Belum.
Kadek Sukiyasa: Coba buka hp kalian dan buka teknologi CVT di google. Dari sana kalian bisa mengakses teknologi yang digunakan Yamaha atau Honda. CVT itu mengatur gigi saat turunan, tanjakan, atau datar. Ini digunakan pada motor elektrik. CBS di vario kalian tahu apa maksudnya?
Siswa TSM: Tidak tahu.
Kadek Sukiyasa: Itu adalah sistem mekanik pada motor. Ketika tuas rem kiri ditekan, maka equalizer gaya akan bekerja untuk mendistribusikan tenaga tekanan tadi menjadi dua, yang satu menuju rem pada roda belakang sedangkan yang satunya lagi menuju ke tuas ungkit. Gunanya adalah untuk menekan knocker yang akan menekan piston hidrolik, yang kemudian akan bereaksi untuk mengaktifkan rem cakram depan. Pada proses ini kekuatan pengereman akan terbagi secara otomatis pada kedua roda depan dan belakang.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

negosiasi

Aku Bocah Lincah

Resensi Kain Songket Mak Engket