Aku Bocah Lincah Oleh Luh Arik Sariadi Aku bocah lincah berjalan tanpa peta menelusuri setiap celah di gawai terbaru, sementara nasihat ibu dan ayah hanya maps buta tak pernah mengalir dalam darah. Kata-kata mereka sayup-sayup dan senyap, karena aku pura-pura tuli, seakan semesta hanya tunduk kepadaku. Nasihat itu bagai hujan kembang api, Menakjubkan berpendar ke langit namun tanah tak tersentuh bahkan tak terbakar “Aku sudah dewasa!” kataku, padahal langkahku masih tertatih di antara keras lemah kehidupan Usia meninggalkan ingatanku, meninggalkan masa yang kosong bagikan angkasa yang lengang setelah Rudal Iran melebur Doha dan Manama Kini kusadari, seperti melewati lintasan tambang minyak, yang tak sempat kukilang di dalam diri hanya untuk kebebasan yang justru meruntuhkan masa depanku Tangis ibu adalah kota-kota yang berhamburan, amarah ayah adalah rudal-rudal yang dilepas kesal, dan aku hanya kilang kecil yang mengalir di antara perang ...
Komentar
Posting Komentar