19 jan
Jumat Krida pada hari Jumat, 19 Januari 2024 diisi dengan kegiatan Sosialisasi Kamseltibcar Lantas dan Sosialisasi dan Asesment Penggunaan APAR ole Damkar Buleleng pada pukul 06.50 wita di lapangan upacara. Kegiatan Sosialisasi Kamseltibcar Lantas dan Sosialisasi disampaikan oleh ibu Yohana yang sudah sangat familiar di SMK Negeri 3 Singaraja karena sering mengisi kegiatan kedisiplinan pada Jumat Krida.
Kegiatan kedua dipimpin oleh Kabid Pencegahan, Made Hadi Saputra. Bersama tim pemadam kebakaran, beliau menjelaskan penyebab kebakaran, alat-alat keselamatan, dan cara menyelamatkan diri saat ada kebakaran. Kepala SMK Negeri 3 Singaraja, Nyoman Nilon, S. Pd., M. Pd. juga mencoba untuk mempraktikkan memadamkan api dengan tangan. Dalam kegiatan ini, peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan mengikuti simulasi kebakaran dengan sangat antusias.
Kepala SMK Negeri 3 Singaraja, Nyoman Nilon, S. Pd., M. Pd. menyambut baik kehadiran Satlantas Polres Buleleng dan Tim Damkar Buleleng pada Jumat, 19 Januari 2024. Jumat Krida ini diisi dengan kegiatan Sosialisasi Kamseltibcar Lantas dan Sosialisasi dan Asesment Penggunaan APAR ole Damkar Buleleng pada pukul 06.50 wita di lapangan upacara. Kegiatan Sosialisasi Kamseltibcar Lantas dan Sosialisasi disampaikan oleh ibu Yohana yang sudah sangat familiar di SMK Negeri 3 Singaraja karena sering mengisi kegiatan kedisiplinan pada Jumat Krida. Ibu Yohana berpesan agar peserta didik selalu mengutamakan keselamatan di jalan raya dengan menggunakanan alat-alat berkendaraan. Walaupun disampaikan dengan sangat singkat, pesan beliau pastinya akan selalu diingat dan dilaksanakan oleh siswa SMK Negeri 3 Singaraja.
Kegiatan kedua dipimpin oleh Kabid Pencegahan, Made Hadi Saputra. Bersama tim pemadam kebakaran, beliau menjelaskan penyebab kebakaran, alat-alat keselamatan, dan cara menyelamatkan diri saat ada kebakaran. Dalam kegiatan ini tim damkar juga mempraktikkan kebakaran yang ditangani secara tradisonal dan modern. Secara tradisonal, kebakaran disebabkan oleh kebocoran selang regulator gas LPG. Saat terjadi kebakaran, alat yang digunakan untuk memadamkan kebakaran dengan karung goni atau handuk yang basah. Dari sosialisasi ini, peserta didik juga diajari cara memegang dan meletakkan karung pada kobaran api. Secara modern, pemadaman kebakaran menggunakan Alat Pemadam Api (APAR) Karbon Dioksida / Carbon Dioxide (CO2) APAR. Yang ekstem dari sosialisasi ini adalah peserta didik dan tenaga pendidik diminta mematikan api dari gas LPG dengan tangan. Inti dari pemadam kebakaran adalah keyakinan, atau tidak ragu-ragu. Dalam kegiatan ini, peserta didik, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan mengikuti simulasi kebakaran dengan sangat antusias.
Komentar
Posting Komentar